Rabu, 19 Januari 2011

TAROMBO RAJA NAIRASAON

sebagai bahan informasi mengenai partaromboan ni Pomparan ni oppui RAJA NAIRASAON untuk kalangan remaja yang belum tau mengenai partuturon terhadap pomparan ni RAJA NAIRASOAN.

brikut sekilas mengenai tarombo RAJA NAIRASAON :

SIRAJA BATAK, memiliki 2 orang putra, yaitu :
1. GURU TATEA BULAN
2. RAJA ISUMBAON


RAJA ISUMBAON, memiliki 3 orang putera, yaitu :
1. TUAN SORIMANGARAJA
2. SIRAJA ASI-ASI
3. SANGKAR SOMALINDANG


TUAN SORIMANGARAJA, memiliki 3orang istri dan 3 orang putera, yaitu :
1. TUAN SORIMANGARAJA/SIBORU ATING MALELA----->SORBA DIJULU
2. TUAN SORIMANGARAJA/SIBORU BIDING LAUT------->SORBA DIJAE
3. TUAN SORIMANGARAJA/SIBORU SANGGUL HAOMASAN--->SORBA DIBANUA


SORBADIJAE/DATU PEJEL

sorbadijae adalah nama pemberian waktu dia lahir, dan karena pintar dalam hal pertabitan atau hadatuon maka sorbadijae dijuluki denga sebutan datu pejel. dan nama pemberian ini lah yang lebih akrab dipanggil yaitu datu pejel.

DATU PEJEL mulanya bertempat tinggal di daerah pusuk buhit di di derah limbongan. Datu Pejel datang ke Porsea tepatnya di Uluan Sibisa sembari untuk bertapa dan melepaskan hobinya yaitu marultop. Di sibisa Datu Pejel lama tidak memiliki istri, sehingga dia memohon kpd mula jadi nabolon (tuhan nya orng batak dahulu)supaya diberi istri, tidak lama kemudian mula jadi nabolon pun memenuhi permintaan datu pejel dan ia diberi istri yang bernama TANTAN DEBATA, konon katanya TANTAN DEBATA ini dijadikan mula jadi nabolon dari seekor kodok/sibagur.

dan menurut cerita si boru tantan debata ini juga memelihara se ekor sibagur/kodok yang besar sehingga anaknya lahir seperti kodok dan dinamai SI RASAON.

SIRASAON artinya songon sibagur ( seperti kodok )

sesudah besar SIRASAON mengambil boru tulangnya yang berasal dari daerah pusuk buhit kampung halaman DATU PEJEL sebelum dtang ke sibisa yaitu limbong sebagai istrinya.

Pendek ceritai istri SIRASAON juga melahirkan 1 balutan ( dalam bahasa kedokteran kista )

namun balutan itu tidak dapat dibelah dengan benda tajam apapun, sehingga membuat oppung doli datu pejel membuang balutan ini ke ke pansur Napitu, melihat sikap datu pejel yang membuang balutan itu maka oppung boru tantan debata sangat geram dan emosi kepada oppung doli datu pejel sehinnga oppung boru kita bersumpah kepada oppung doli katanya " tung sojadi ma mardomu tanomam mu dohot tanoman ku" artinya bahwa kuburan datu pejel tidak dapat bersatu dengan kuburan tantan debata, dan ini pun memang betul terbukti

Setelah itu oppung boru pun mencari balutan itu kehutan, akhirnya ia mendapatkannya dan melihat 2 bayi mungil sedang menangis. Karena dari 1 balutan isinya ada 2 orang anak laki-laki maka oppung boru TANTAN DEBATA menamai kedua bayi itu dengan sebutan RAJA MARDOPANG.

RAJA MARDOPANG artinya bercabang

kedua bayi itu diberi nama :
1. RAJA MANGATUR (yang berada di sebelah kiri balutan)
2. RAJA MANGARERAK (yang ada di sebelah kanan)

RAJA MANGATUR anaknya SITORUS, SIRAIT, dan BUTARBUTAR

RAJA MANGARERAK anaknya MANURUNG

Raja Mangatur beristri Deak Bintang Harugasan br Sagala anaknya 3

1. Raja Toga Sitorus beristri Pinta Omas Palangki br Sagala anaknya 3.
. Pane
. Dori
. Boltok

2. Raja Toga Sirait beristri Manotalan br Limbong anaknya 2
. Sirait Siahaan
. Sirait Siagian

3. Butarbutar beristri Ragi Oloan Br Sinaga anaknya 3
. Simananduk
. Simananti
. Huta Gorat

Raja Mangarerak anaknya 1.Dan Putrinya 1

1. Raja Toga Manurung anaknya 3.
. Hutagurgur.
. Hutagaol.
. Simanoroni.

putri Raja Mangarerak :
. Boru Similingiling

1 komentar: